MAKALAH
SISTEM
PENDUKUNG KEPUTUSAN
Disusun
Oleh :
NAMA
: ANJAR ANDREAS LAGARONDA
STAMBUK
: F55115061
KELAS
: A
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA
JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TADULAKO
2017
DAFTAR
ISI
DAFTAR
ISI............................................................................................................i
KATA
PENGANTAR............................................................................................ii
BAB
I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar
Belakang...........................................................................................1
1.2 Rumusan
Masalah......................................................................................1
1.3 Tujuan
Pustaka...........................................................................................2
1.4 Manfaat......................................................................................................2
BAB
II PEMBAHASAN........................................................................................3
2.1 Pengertian
sistem pendukung keputusan...................................................3
2.1.1
Sistem.............................................................................................3
2.1.2
Keputusan.......................................................................................3
2.1.3
Sistem Pendukung Keputusan........................................................4
2.2 Tujuan
sistem pendukung keputusan.........................................................5
2.3 Jenis-jenis
sistem pendukung keputusan................................................5-6
2.4 Komponen
sistem pendukung keputusan...............................................6-8
2.5 Study
kasus permasalahan dan pemecahan masalah dalam sebuah perusahaan menggunakan
SPK..................................................................9
2.5.1
Sistem pendukung keputusan di PT.
ReAsuransi Internasional Indonesia
(ReINDO).......................................................................................9
2.5.2
Sistem pendukung keputusan Kelaikan Terbang
Pada Helicopter MODEL BELL 205 A-1 Pusat Penerbangan TNI AD.................10
2.5.3
Sistem pendukung keputusan penempatan
dan perijinan kolam jaring terapung pada PT. PJB.......................................................11
2.5.4
Sistem pendukung keputusan model-diven
pada perusahaan pelayaran......................................................................................12
2.5.5
Sistem pendukung keputusan pada
PT. BPR Artamanunggal Abadi Mranggen ..........................................................................13
BAB
III PENUTUP..............................................................................................14
3.1 Kesimpulan..............................................................................................14
DAFTAR
PUSTAKA...........................................................................................15
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat
Tuhan yang Maha Esa atas segala rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini dengan dengan lancar.
Pembuatan laporan ini
dimaksudkan untuk pemenuhan nilai Mata Kuliah SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN. Tidak
lupa penulis juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang
telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Diharapkan laporan ini
dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk kedepannya
dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi laporan agar menjadi lebih baik
lagi.
Karena keterbatasan
pengetahuan maupun pengalaman penulis, penulis yakin masih banyak kekurangan
dalam laporan ini, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
laporan ini.
Palu, September
2017
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Pada masa ini
pengambilan suatu keputusan sudah tidak lagi hanya dengan akal manusia.
Keterbatasan manusia dalam berpikir untuk memecahkan suatu permasalahan kini
dapat dibantu dengan suatu sistem komputer yang telah diciptakan oleh manusia
itu sendiri. Sistem ini disebut sistem pendukung keputusan atau yang disingkat
SPK. SPK merupakan suatu sistem berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu
pengambil keputusan dalam memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan
berbagai persoalan yang tidak terstruktur, yaitu pencarian solusi yang
melibatkan intuisi manusia dalam membuat keputusan yang tepat sasaran dan betul
– betul berguna bagi organisasi. Dengan pemanfaatan yang tepat, SPK akan sangat
berguna untuk pencarian solusi terbaik. Sistem ini mempunyai banyak kelebihan,
namun kekurangan-kekurangan juga tetap dimiliki oleh sistem ini.
Dalam
makalah ini akan sedikit dijelaskan mengenai SPK, kelebihan, kekurangan serta
cara kerjanya.
1.2
Rumusan
Masalah
Dari
latar belakang masalah diatas, dapat ditentukan permasalahan yang akan dibahas,
yaitu :
1. Apakah
pengertian sistem pendukung keputusan itu?
2. Apakah tujuan
sistem pendukung keputusan?
3. Apa sajakah
jenis-jenis sistem pendukung keputusan?
4. Apa saja
komponen dari sistem pendukung keputusan?
5. Bagaimana
proses dalam sistem pendukung keputusan?
6. Apa saja
keterbatasan sistem pendukung keputusan?
1.3
Tujuan
Pustaka
Tujuan yang ingin disampaikan oleh
penulis dalam tugas akhir ini adalah:
1. Untuk
mengetahui tentang pengertian sistem pendukung keputusan.
2. Untuk
mengetahui tentang tujuan sistem pendukung keputusan.
3. Untuk
mengetahui tentang jenis-jenis sistem pendukung keputusan.
4. Untuk
mengetahui tentang komponen sistem pendukung keputusan.
5. Untuk
mengetahui tentang proses dalam sistem pendukung keputusan.
6. Untuk mengetahui
tentang keterbatasan sistem pendukung keputusan.
1.4
Manfaat
Pembuatan laporan ini
diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut :
1.
Bagi penulis
Dapat
memperdalam pengetahuan dalam mata kuliah SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN dan mempraktekan
ilmu yang telah diperoleh selama masa pembelajaran.
2.
Bagi pembaca
Agar
pembaca dapat mengetahui bagaimana pengapliakasian konsep SISTEM PENDUKUNG
KEPUTUSAN.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
sistem pendukung keputusan
1.1.1
Sistem
Menurut
wikipedia Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani
(sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk
mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan
suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali
bisa dibuat.
Sistem
juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam
suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti
negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain
seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana
yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata
"sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam
forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan
pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian
yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan
di antara mereka.
1.1.2
Keputusan
Menurut
Davis (1988) keputusan adalah hasil dari pemecahan masalah yang dihadapinya
dengan tegas. Hal ini berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan
mengenai apa yang harus dilakukan dan seterusnya mengenai unsur-unsur
perencanaan. Keputusan dibuat untuk menghadapi masalah-masalah atau kesalahan
yang terjadi terhadap rencana yang telah digariskan atau penyimpangan serius
terhadap rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Tugas pengambilan keputusan
tingkatnya sederajad dengan tugas pengambilan rencana dalam organisasi.
Ralph
C. Davis (Hasan, 2004) memberikan definisi atau pengertian keputusan sebagai
hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Suatu keputusan merupakan
jawaban yang pasti terhadap suatu pertanyaan.
Keputusan
harus dapat menjawab pertanyaan tentang apa yang dibicarakan dalam hubungannya
dengan perencanaan. Keputusan dapat pula berupa tindakan terhadap pelaksanaan
yang sangat menyimpang dari rencana semula.
1.1.3
Sistem Pendukung Keputusan
Menurut
Raymond McLeod, Jr. (1998), sistem pendukung keputusan merupakan sebuah sistem
yang menyediakan kemampuan untuk penyelesaian masalah dan komunikasi untuk
permasalahan yang bersifat semi-terstruktur.
Sedangkan
menurut Wikipedia Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems
disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk
sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk
mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat
juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi
untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut
Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan
mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi
keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang
tidak biasa.
Jadi
sistem pendukung keputusan adalah sistem yang dipakai untuk mendukung
pengambilan keputusan dalam menyelesaikan suatu masalah agar masalah yang ada
dapat diselesaikan dengan baik.
2.2
Tujuan
sistem pendukung keputusan
Tujuan dari
Sistem Pendukung Keputusan adalah sebagai berikut (Turban, 2005):
1. Membantu
manajer dalam pengambilan keputusan atas masalah semi terstruktur.
2. Memberikan
dukungan atas pertimbangan manajer dan bukannya di maksudkan untuk menggantikan
fungsi manajer.
3. Meningkatkan
efektivitas keputusan yang di ambil manajer lebih daripada perbaikan efisiensinya.
4. Kecepatan
komputasi. Komputer memungkinkan para pengambil keputusan untuk melakukan
banyak komputasi secara cepat dengan biaya yang rendah.
5. Peningkatan
produktivitas. Membangun suatu kelompok pengambil keputusan, terutama para
pakar, bisa sangat mahal. Pendukung terkomputerisasi bisa mengurangi ukuran
kelompok dan memungkinkan para anggotanya untuk berada di berbagai lokasi yang
berbeda-beda (menghemat biaya perjalanan). Selain itu, produktivitas staf
pendukung (misalnya analisis keuangan dan hukum) bisa di tingkatkan.
Produktivitas juga bisa di tingkatkan menggunakan peralatan optimasi yang
menentukan cara terbaik untuk menjalankan sebuah bisnis.
6. Dukungan
kualitas. Komputer bisa meningkatkan kualitas keputusan yang dibuat. Sebagai
contoh, semakin banyak data yang di akses, makin banyak juga alernatif yang
bisa dievaluasi. Analisis resiko bisa di lakukan dengan cepat dan pandangan
dari para pakar (beberapa dari mereka berada di lokasi yang jauh) bisa
dikumpulkan dengan cepat dan dengan biaya yang lebih rendah. Keahlian bahkan
bisa di ambil langsung dari sebuah sistem komputer melalui metode kecerdasan
tiruan. Dengan komputer, para pengambil keputusan bisa melakukan simulasi yang
kompleks, memeriksa banyak scenario yang memungkinkan, dan menilai berbagai
pengaruh secara cepat dan ekonomis. Semua kapabilitas tersebut mengarah kepada
keputusan yang lebih baik.
7. Berdaya
saing. Manajemen dan pemberdayaan sumber daya perusahaan. Tekanan persaingan
menyebabkan tugas pengambilan keputusan menjadi sulit. Persaingan di dasarkan
tidak hanya pada harga, tetapi juga pada kualitas, kecepatan, kustomasi produk,
dan dukungan pelanggan. Organisasi harus mampu secara sering dan cepat mengubah
mode operasi, merekayasa ulang proses dan struktur, memberdayakan karyawan,
serta berinovasi. Teknologi pengambilan keputusan bisa menciptakan pemberdayaan
yang signifikan dengan cara memperbolehkan seseorang untuk membuat keputusan
yang baik secara cepat, bahkan jika mereka memiliki pengetahuan yang kurang.
8. Mengatasi
keterbatasan kognitif dalam pemrosesan dan penyimpanan. Menurut Simon (1977),
otak manusia memiliki kemampuan yang terbatas untuk memproses dan menyimpan
informasi. Orang-orang kadang sulit mengingat dan menggunakan sebuah informasi
dengan cara yang bebas dari kesalahan.
2.3
Jenis-jenis
sistem pendukung keputusan
1. Berdasarkan
tingkatan teknologi :
a. SPK Spesifik, dengan
karakteristik tertentu.
Contoh : SPK untuk penentuan harga
satuan barang.
b. Pembangkit SPK, software khusus
yang digunakan untuk membangun dan mengembangkan SPK.
Contoh : Memudahkan SPK Spesifik.
c. Perlengkapan SPK, software dan
hardware yang mendukung pembangunan SPK Spesifik dan Pembangkit SPK.
Contoh : Microsoft Visual Basic
6.0.
2. Berdasarkan
tingkat dukungannya :
a. Retrieve Information Elements
Inilah dukungan terendah yang bisa
diberikan oleh DSS, yakni berupa akses selektif terhadap informasi.
b. Analyze Entire File
Dalam tahapan ini, para manajer
diberi akses untuk melihat dan menganalisis file secara lengkap.
c. Prepare Reports from Multiple Files
Dukungan seperti ini cenderung
dibutuhkan, mengingat para manajer berhubungan dengan banyak aktivitas dalam
satu momen tertentu.
d. Estimate Decision Consequences
Dalam tahapan ini, manajer
dimungkinkan untuk melihat dampak dari setiap keputusan yang mungkin diambil.
e. Propose Decision
Dukungan di tahapan ini sedikit
lebih maju lagi. Suatu alternatif keputusan bisa disodorkan ke hadapan manajer
untuk dipertimbangkan.
f. Make Decision
Ini adalah jenis dukungan yang
sangat diharapkan dari DSS. Tahapan ini akan memberikan sebuah keputusan yang
tinggal menunggu legitimasi dari manajer untuk dijalankan.
2.4
Komponen sistem pendukung keputusan
1. Subsistem Manajemen basis data (Data Base Management Subsystem)
Subsistem
data merupakan bagian yang menyediakan data – data yang dibutuhkan oleh Data
Base Management Subsystem (DBMS). DBMS sendiri merupakan susbsistem data yang
terorganisasi dalam suatu basis data. Data – data yang merupakan dalam suatu
Sistem Pendukung Keputusan dapat berasal dari luar lingkungan. Keputusan pada
manajemen level atas seringkali harus memanfaatkan data dan informasi yang
bersumber dari luar perusahaan.
2. Subsistem manajemen basis model
(Model Base Management Subsystem)
Subsistem
model dalam Sistem Pendukung Keputusan memungkinkan pengambil keputusan
menganalisa secara utuh dengan mengembangkan dan membandingkan alternative
solusi. Intergrasi model – model dalam Sistem Informasi Manajemen yang
berdasarkan integrasi data – data dari lapangan menjadi suatu Sistem Pendukung
Keputusan.
3. Subsistem perangkat lunak
penyelenggara dialog (Dialog Generation
and Management Software)
Subsistem
dialog merupakan bagian dari Sistem Pendukung Keputusan yang dibangun untuk
memenuhi kebutuhan representasi dan mekanisme control selama proses analisa
dalam Sistem Pendukung Keputusan ditentukan dari kemampuan berinteraksi antara
sistem yang terpasang dengan user. Pemakai terminal dan sistem perangkat lunak
merupakan komponen – komponen yang terlibat dalam susbsistem dialog yang
mewujudkan komunikasi anatara user dengan sistem tersebut. Komponen dialog
menampilkan keluaran sistem bagi pemakai dan menerima masukkan dari pemakai ke
dalam Sistem Pendukung Keputusan. Adapun subsistem dialog dibagi menjadi tiga,
antara lain :
a. Bahasa
Aksi (The Action Language)
Merupakan
tindakan – tindakan yang dilakukan user dalam usaha untuk membangun komunikasi
dengan sistem. Tindakan yang dilakukan oleh user untuk menjalankan dan
mengontrol sistem tersebut tergantung rancangan sistem yang ada.
b. Bahasa
Tampilan (The Display or Presentation
Langauage)
Merupakan
keluaran yang dihasilkan oleh suatu Sistem Pendukung Keputusan dalam bentuk
tampilan – tampilan akan memudahkan user untuk mengetahui keluaran sistem
terhadap masukan – masukan yang telah dilakukan.
c. Bahasa
Pengetahuan (Knowledge Base Language)
Meliputi
pengetahuan yang harus dimiliki user tentang keputusan dan tentang prosedur
pemakaian Sistem Pendukung Keputusan agar sistem dapat digunakan secara
efektif. Pemahaman user terhadap permasalahan yang dihadapi dilakukan diluar
sistem, sebelum user menggunakan sistem untuk mengambil keputusan.
2.5
Study
kasus permasalahan dan pemecahan masalah dalam sebuah perusahaan menggunakan
SPK
2.5.1
Sistem
pendukung keputusan di PT. ReAsuransi Internasional Indonesia (ReINDO)
a. permasalahan
Saat
ini bisnis Asuransi mengalami perkembangan yang begitu cepat seiring
dengan dinamika pertumbuhan ekonomi.
Begitu juga dengan perkembangan bisnis ReAsuransi di PT. ReAsuransi
Internasional Indonesia (ReINDO) dari tahun ke tahun telah mengalami pertumbuhan
Premi yang begitu signifikan. Dengan dinamika pekembangan bisnis yang semakin
besar tentu ssemakin besar pula kesulitan yang dihadapi oleh PT. ReAsuransi
Internasional Indonesia (ReINDO) dalam proses penanganan administrasi.
b. penyelesaian
Maka
dari itu dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan untuk menangani
administrasi bisnis.
Pembuatan
program untuk penyampaian informasi pada tingkat top level eksekutif di PT.ReAsuransi
Internasional Indonesia (ReINDO), dibuat dengan program fitur webutil yang
terintegrasi dengan form pada oracle 10g. Executive Information System EIS
merupakan salah satu sistem penting dalam mendukung perkembangan suatu
perusahaan. EIS ini merupakan integrasi antara Management Information System
dengan Decission Support System yang membantu pihak eksekutif mendapatkan
informasi dan mampu untuk mengidentifikasikan dasar suatu masalah dalam
perusahaan. Sebagai implementasinya, aplikasi ini dibangun berbasiskan komputer
dalam bentuk interface berupa form yang menggunakan database Oracle 10g. Hasil
yang diperoleh dari sistem ini adalah: informasi yang diberikan kepada pihak
ekesekutif merupakan informasi yang berhubungan dengan informasi keuangan
perusahaan. Analisa yang dibuat mencakup perhitungan klaim, Net Balance, Premium,
Inward, Outward, baik system konvensional maupun sistem Syariah.
Dengan
EIS ini, manajemen mempunyai kemampuan
untuk menganalisa produski sehingga dapat memberikan keputusan terutama dalam
memberikan kebijakan terutama yang menyakut kondisi cashflow keuangan
perusahaan.
2.5.2
Sistem
pendukung keputusan Kelaikan Terbang Pada Helicopter MODEL BELL 205 A-1 Pusat
Penerbangan TNI AD
a. Permasalahan
permasalahan
yang dihadapi padasistem pemeliharaan pesawat terbang dan Helicopter
Puspenerbad dapat dirumuskan sebagai berikutpertama penyiapan data pada sistem
pemeliharaan pesawat terbang dan Helicopter belum dapatdipantau dengan cepat
dan tepat, serta belum dapat memberikan informasi yang nyata, kedua informasi
yang ada masih dilakukan secara manual, belum terintegrasi, tidak lengkap dan
kurangbermanfaat dan ketiga pencatatan dan perubahan data menjadi informasi
terbatas dan belum menjadi keharusan dilakukan peng-uptodate-an data.
b. Penyelesaian
Berkaitan
dengan permasalahan diatas, maka sistem pendukung keputusan yang dibangun adalah
SPK-LAIKBANG yang dapat memantau dengan cepat dan tepat, serta dapat memberikan
informasi yang nyata, mewujudkan SPK-LAIKBANG yang dapat terintegrasi antar sistem,
memberikan informasi yang lengkap dan bermanfaat dan mewujudkan SPK-LAIKBANG
yang dapat melakukan keharusan peng-uptodate-an data.
Gambar
diatas, menampilkan form transaksi SPK-LAIKBANG. Air crew pada penginputan ini hanya cukup memasukkan produksi jam
terbang. Dengan menekan combo-box
pada Nomor Register, maka akan nampak Nomor Register dan tahun pembuatan Helicopter yang diinginkan, setelah
di-enter form
akan menyampaikan data Helicopter yang lain, seperti jam
terbang setelah periodic overhaul
(PO) terakhir, jam terbang sebelum pelaksanaan terbang, data major component dan data major instrument. Saat data produksi jam
terbang dimasukkan, maka seluruh data akan berubah sesuai rumusan perhitungan
yang dimunculkan pada data jam terbang setelah pelaksanaan terbang dan sisa jam
terbang Helicopter serta memberikan
informasi tentang kelaikan dari Helicopter,
component dan instrument.
2.5.3
Sistem
pendukung keputusan penempatan dan perijinan kolam jaring terapung pada PT. PJB
a. Permasalahan
Pembagian
wilayah kolam terapung di Waduk Cirata terbagi menjadi tiga zona berbeda, yaitu
zona I (Kabupaten Bandung), zona II (Kabupaten Purwakarta) dan zona III
(Kabupaten Cianjur). Dalam pelaksanaannya terdapat dua kondisi, yaitu untuk
pembangunan kolam baru dan kolam lama yang sudah ada.
Proses
perijinan pembangunan kolam terbagi dalam dua tahap, yaitu tahap penyeleksian
pemohon dan tahap penempatan lokasi zona kolam. Dengan banyaknya jumlah
pemohon, hal ini menjadikan kesulitan tersendiri bagi staff PT. PJB Cirata untuk memutuskan. Dalam proses penyeleksian,
panitia membutuhkan waktu yang lama untuk memilih pemohon.
Berdasarkan
hasil wawancara dengan kepala bagian perencanaan, proses penyeleksian dilakukan
dengan mengandalkan intuisi panitia penyeleksi dan standard aspek-aspek yang telah ditetapkan oleh PT. PJB Cirata dan
Dinas Perikanan. Terdapat tiga jenis aspek yang akan menjadi pertimbangan untuk
proses penyeleksian pemohon, yaitu : administrasi, profile, pengelolaan. Adapun
untuk persyaratan pada tahap penempatan lokasi kolam, yaitu : domisili pemohon,
luas lahan kolam, sisa lahan pada zona, kepadatan zona Selain itu kepala bidang
teknik, menambahkan bahwa permasalahan yang lain adalah mengenai pengarsipan
surat. Pada proses pembuatan
rekap KJA (Kolam Jaring Apung) membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal ini menjadikan
kinerja staff kurang maksimal.
b. Penyelesaian
Berdasarkan permasalahan di atas,
maka dibangun Sistem pendukung keputusan yang dapat melakukan proses
penyeleksian pemilik kolam sesuai dengan yang diharapkan, yaitu memproses
penilaian tahap perijinan dan proses penilaian tahap penempatan, memberikan
fasilitas untuk melakukan pengelolaan data kriteria maupun subkriteria. Metode
yang digunakan adalah metode Analytical
Hierarchy Process (AHP). Dengan adanya sistem ini proses
penilaian perijinan lebih optimal dan terintegrasi, sehingga waktu yang
diperlukan dalam proses perijinan menjadi lebih cepat.
2.5.4
Sistem
pendukung keputusan model-diven pada perusahaan pelayaran
voyage estimating decision support systems,
sistem ini mempunyai kemampuan/kapabilitas untuk menghitung rincian pelayaran baik
untuk masalah keuangan maupun perhitungan teknis. Penghitungan aspek keuangan
meliputi biaya untuk pelayaran (bahan bakar, upah pekerja, dan modal yang
dibutuhkan), tarif angkut untuk berbagai tipe pengiriman kargo, dan biaya
pelabuhan.
Rincian teknis meliputi
faktor-faktor yang berhubungan dengan masalah pelayaran, seperti: kapasitas kargo,
kecepatan, jarak, konsumsi bahan bakar dan kebutuhan air, serta pola bongkar
muat. Sistem ini dapat menjawab berbagai pertanyaan, seperti:
·
Kapal mana yang digunakan untuk
memberikan keuntungan yang maksimum?
·
Berapa kecepatan optimal yang dapat
memaksimumkan
·
keuntungan?
·
Apa tipe dari bongkar muat yang optimal?
Sistem ini dapat dioperasikan dalam
sebuah desktop komputer yang menyajikan sistem menu yang membuat pengguna mudah
untuk memasukkan data atau mendapatkan informasi.
2.5.5
Sistem
pendukung keputusan pada PT. BPR Artamanunggal Abadi Mranggen
a. Permasalahan
Sistem
yang dipakai pada PT. BPR Artamanunggal Abadi Mranggen dalam pengambilan keputusan
pemberian kredit semuanya dilakukan secara manual. Untuk menghasilkan keputusan
yang tepat dan lebih efektif dalam pengambilan keputusan pemberian kredit,
diperlukan suatu system pengambilan keputusan dengan alat bantu komputer.
b. Penyelesaian
Maka
dari itu Sistem Pendukung Keputusan yang di bangun untuk mengambil keputusan mengunakan
nilai kelayakan jaminan dan pembayaran
a. Apabila jumlah nilai kelayakan
usaha dan kelayakan jaminan yang Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Kredit
Pada PT BPR Artamanunggal Abadi Mranggen dihasilkan lebih besar sama dengan 50 %
( >=50%) dari platfom kredit yang diajukan, maka permohonan kredit yang
diajukan oleh calon nasabah disetujui.
b. Apabila penghasilan perbulan
lebih besar sama dengan 1/3 jumlah angsuran perbulan maka kredit diterima
c. Apabila nilai jaminan dan kemampuan
membayar angsuran tidak memenuhi butir satu dan dua maka permohonan kredit yang
diajukan oleh calon nasabah ditolak.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Pengertian sistem pendukung
keputusan adalah sistem yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan
dalam menyelesaikan suatu masalah.
2. Tujuan sistem pendukung
keputusan adalah membantu manusia dalam pengambilan keputusan supaya lebih
cepat dan tepat.
3. Jenis-jenis sistem pendukung
keputusan yaitu berdasarkan tingkatan teknologi adalah SPK spesifik dengan
karakteristik tertentu, pembangkit SPK dan perlengkapan SPK; berdasarkan
tingkat dukungannya adalah Retrieve Information Elements, Analyze Entire File,
Prepare Reports from Multiple Files, Estimate Decision Consequences, Propose
Decision, dan Make Decision
4. Komponen sistem pendukung
keputusan meliputi subsistem manajemen basis data, subsistem manajemen basis
model dan subsistem perangkat lunak penyelenggara dialog.
5. Proses dalam sistem pendukung
keputusan yaitu pemahaman, perancangan, pemilihan dan penerapan.
6. Keterbatasan sistem pendukung
keputusan yaitu hanya bisa menyelesaikan masalah berdasarkan program yang
ditanamkan, tidak dengan hal yang tak terduga seperti manusia.
DAFTAR
PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar