Kamis, 28 September 2017

TUGAS SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN

MAKALAH
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN





Disusun Oleh :
NAMA : ANJAR ANDREAS LAGARONDA
STAMBUK : F55115061
KELAS : A




PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA
JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TADULAKO
2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................................................i
KATA PENGANTAR............................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1  Latar Belakang...........................................................................................1
1.2  Rumusan Masalah......................................................................................1
1.3  Tujuan Pustaka...........................................................................................2
1.4  Manfaat......................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................3
2.1  Pengertian sistem pendukung keputusan...................................................3
2.1.1        Sistem.............................................................................................3
2.1.2        Keputusan.......................................................................................3
2.1.3        Sistem Pendukung Keputusan........................................................4
2.2  Tujuan sistem pendukung keputusan.........................................................5
2.3  Jenis-jenis sistem pendukung keputusan................................................5-6
2.4  Komponen sistem pendukung keputusan...............................................6-8
2.5  Study kasus permasalahan dan pemecahan masalah dalam sebuah perusahaan menggunakan SPK..................................................................9
2.5.1        Sistem pendukung keputusan di PT. ReAsuransi Internasional Indonesia (ReINDO).......................................................................................9
2.5.2        Sistem pendukung keputusan Kelaikan Terbang Pada Helicopter MODEL BELL 205 A-1 Pusat Penerbangan TNI AD.................10
2.5.3        Sistem pendukung keputusan penempatan dan perijinan kolam jaring terapung pada PT. PJB.......................................................11
2.5.4        Sistem pendukung keputusan model-diven pada perusahaan pelayaran......................................................................................12
2.5.5        Sistem pendukung keputusan pada PT. BPR Artamanunggal Abadi Mranggen ..........................................................................13
BAB III PENUTUP..............................................................................................14
3.1  Kesimpulan..............................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................15

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas segala rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan dengan lancar.
Pembuatan laporan ini dimaksudkan untuk pemenuhan nilai Mata Kuliah SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN. Tidak lupa penulis juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Diharapkan laporan ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi laporan agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman penulis, penulis yakin masih banyak kekurangan dalam laporan ini, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan  laporan ini.





Palu,  September  2017



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
     Pada masa ini pengambilan suatu keputusan sudah tidak lagi hanya dengan akal manusia. Keterbatasan manusia dalam berpikir untuk memecahkan suatu permasalahan kini dapat dibantu dengan suatu sistem komputer yang telah diciptakan oleh manusia itu sendiri. Sistem ini disebut sistem pendukung keputusan atau yang disingkat SPK. SPK merupakan suatu sistem berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dalam memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur, yaitu pencarian solusi yang melibatkan intuisi manusia dalam membuat keputusan yang tepat sasaran dan betul – betul berguna bagi organisasi. Dengan pemanfaatan yang tepat, SPK akan sangat berguna untuk pencarian solusi terbaik. Sistem ini mempunyai banyak kelebihan, namun kekurangan-kekurangan juga tetap dimiliki oleh sistem ini.
      Dalam makalah ini akan sedikit dijelaskan mengenai SPK, kelebihan, kekurangan serta cara kerjanya.

1.2  Rumusan Masalah
      Dari latar belakang masalah diatas, dapat ditentukan permasalahan yang akan dibahas, yaitu :
1. Apakah pengertian sistem pendukung keputusan itu?
2. Apakah tujuan sistem pendukung keputusan?
3. Apa sajakah jenis-jenis sistem pendukung keputusan?
4. Apa saja komponen dari sistem pendukung keputusan?
5. Bagaimana proses dalam sistem pendukung keputusan?
6. Apa saja keterbatasan sistem pendukung keputusan?


1.3  Tujuan Pustaka
Tujuan yang ingin disampaikan oleh penulis dalam tugas akhir ini adalah:
1. Untuk mengetahui tentang pengertian sistem pendukung keputusan.
2. Untuk mengetahui tentang tujuan sistem pendukung keputusan.
3. Untuk mengetahui tentang jenis-jenis sistem pendukung keputusan.
4. Untuk mengetahui tentang komponen sistem pendukung keputusan.
5. Untuk mengetahui tentang proses dalam sistem pendukung keputusan.
6. Untuk mengetahui tentang keterbatasan sistem pendukung keputusan.

1.4  Manfaat
Pembuatan laporan ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut :
1.      Bagi penulis
Dapat memperdalam pengetahuan dalam mata kuliah SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN dan mempraktekan ilmu yang telah diperoleh selama masa pembelajaran.
2.      Bagi pembaca
Agar pembaca dapat mengetahui bagaimana pengapliakasian konsep SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian sistem pendukung keputusan
1.1.1        Sistem
            Menurut wikipedia Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
            Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
            Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

1.1.2        Keputusan
            Menurut Davis (1988) keputusan adalah hasil dari pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal ini berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai apa yang harus dilakukan dan seterusnya mengenai unsur-unsur perencanaan. Keputusan dibuat untuk menghadapi masalah-masalah atau kesalahan yang terjadi terhadap rencana yang telah digariskan atau penyimpangan serius terhadap rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Tugas pengambilan keputusan tingkatnya sederajad dengan tugas pengambilan rencana dalam organisasi.
            Ralph C. Davis (Hasan, 2004) memberikan definisi atau pengertian keputusan sebagai hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Suatu keputusan merupakan jawaban yang pasti terhadap suatu pertanyaan.
            Keputusan harus dapat menjawab pertanyaan tentang apa yang dibicarakan dalam hubungannya dengan perencanaan. Keputusan dapat pula berupa tindakan terhadap pelaksanaan yang sangat menyimpang dari rencana semula.

1.1.3        Sistem Pendukung Keputusan
            Menurut Raymond McLeod, Jr. (1998), sistem pendukung keputusan merupakan sebuah sistem yang menyediakan kemampuan untuk penyelesaian masalah dan komunikasi untuk permasalahan yang bersifat semi-terstruktur.
            Sedangkan menurut Wikipedia Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
            Menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.
            Jadi sistem pendukung keputusan adalah sistem yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam menyelesaikan suatu masalah agar masalah yang ada dapat diselesaikan dengan baik.

2.2  Tujuan sistem pendukung keputusan
          Tujuan dari Sistem Pendukung Keputusan adalah sebagai berikut (Turban, 2005):
1.      Membantu manajer dalam pengambilan keputusan atas masalah semi terstruktur.
2.      Memberikan dukungan atas pertimbangan manajer dan bukannya di maksudkan untuk menggantikan fungsi manajer.
3.      Meningkatkan efektivitas keputusan yang di ambil manajer lebih daripada perbaikan efisiensinya.
4.      Kecepatan komputasi. Komputer memungkinkan para pengambil keputusan untuk melakukan banyak komputasi secara cepat dengan biaya yang rendah.
5.      Peningkatan produktivitas. Membangun suatu kelompok pengambil keputusan, terutama para pakar, bisa sangat mahal. Pendukung terkomputerisasi bisa mengurangi ukuran kelompok dan memungkinkan para anggotanya untuk berada di berbagai lokasi yang berbeda-beda (menghemat biaya perjalanan). Selain itu, produktivitas staf pendukung (misalnya analisis keuangan dan hukum) bisa di tingkatkan. Produktivitas juga bisa di tingkatkan menggunakan peralatan optimasi yang menentukan cara terbaik untuk menjalankan sebuah bisnis.
6.      Dukungan kualitas. Komputer bisa meningkatkan kualitas keputusan yang dibuat. Sebagai contoh, semakin banyak data yang di akses, makin banyak juga alernatif yang bisa dievaluasi. Analisis resiko bisa di lakukan dengan cepat dan pandangan dari para pakar (beberapa dari mereka berada di lokasi yang jauh) bisa dikumpulkan dengan cepat dan dengan biaya yang lebih rendah. Keahlian bahkan bisa di ambil langsung dari sebuah sistem komputer melalui metode kecerdasan tiruan. Dengan komputer, para pengambil keputusan bisa melakukan simulasi yang kompleks, memeriksa banyak scenario yang memungkinkan, dan menilai berbagai pengaruh secara cepat dan ekonomis. Semua kapabilitas tersebut mengarah kepada keputusan yang lebih baik.
7.      Berdaya saing. Manajemen dan pemberdayaan sumber daya perusahaan. Tekanan persaingan menyebabkan tugas pengambilan keputusan menjadi sulit. Persaingan di dasarkan tidak hanya pada harga, tetapi juga pada kualitas, kecepatan, kustomasi produk, dan dukungan pelanggan. Organisasi harus mampu secara sering dan cepat mengubah mode operasi, merekayasa ulang proses dan struktur, memberdayakan karyawan, serta berinovasi. Teknologi pengambilan keputusan bisa menciptakan pemberdayaan yang signifikan dengan cara memperbolehkan seseorang untuk membuat keputusan yang baik secara cepat, bahkan jika mereka memiliki pengetahuan yang kurang.
8.      Mengatasi keterbatasan kognitif dalam pemrosesan dan penyimpanan. Menurut Simon (1977), otak manusia memiliki kemampuan yang terbatas untuk memproses dan menyimpan informasi. Orang-orang kadang sulit mengingat dan menggunakan sebuah informasi dengan cara yang bebas dari kesalahan.

2.3            Jenis-jenis sistem pendukung keputusan
1.      Berdasarkan tingkatan teknologi :
a. SPK Spesifik, dengan karakteristik tertentu.
Contoh : SPK untuk penentuan harga satuan barang.
b. Pembangkit SPK, software khusus yang digunakan untuk membangun dan mengembangkan SPK.
Contoh : Memudahkan SPK Spesifik.
c. Perlengkapan SPK, software dan hardware yang mendukung pembangunan SPK Spesifik dan Pembangkit SPK.
Contoh : Microsoft Visual Basic 6.0.
2.      Berdasarkan tingkat dukungannya :
a. Retrieve Information Elements
Inilah dukungan terendah yang bisa diberikan oleh DSS, yakni berupa akses selektif terhadap informasi.
b. Analyze Entire File
Dalam tahapan ini, para manajer diberi akses untuk melihat dan menganalisis file secara lengkap.
c. Prepare Reports from Multiple Files
Dukungan seperti ini cenderung dibutuhkan, mengingat para manajer berhubungan dengan banyak aktivitas dalam satu momen tertentu.
d. Estimate Decision Consequences
Dalam tahapan ini, manajer dimungkinkan untuk melihat dampak dari setiap keputusan yang mungkin diambil.
e. Propose Decision
Dukungan di tahapan ini sedikit lebih maju lagi. Suatu alternatif keputusan bisa disodorkan ke hadapan manajer untuk dipertimbangkan.
f. Make Decision
Ini adalah jenis dukungan yang sangat diharapkan dari DSS. Tahapan ini akan memberikan sebuah keputusan yang tinggal menunggu legitimasi dari manajer untuk dijalankan.

2.4            Komponen sistem pendukung keputusan
1. Subsistem Manajemen basis data (Data Base Management Subsystem)
            Subsistem data merupakan bagian yang menyediakan data – data yang dibutuhkan oleh Data Base Management Subsystem (DBMS). DBMS sendiri merupakan susbsistem data yang terorganisasi dalam suatu basis data. Data – data yang merupakan dalam suatu Sistem Pendukung Keputusan dapat berasal dari luar lingkungan. Keputusan pada manajemen level atas seringkali harus memanfaatkan data dan informasi yang bersumber dari luar perusahaan.
2. Subsistem manajemen basis model (Model Base Management Subsystem)
            Subsistem model dalam Sistem Pendukung Keputusan memungkinkan pengambil keputusan menganalisa secara utuh dengan mengembangkan dan membandingkan alternative solusi. Intergrasi model – model dalam Sistem Informasi Manajemen yang berdasarkan integrasi data – data dari lapangan menjadi suatu Sistem Pendukung Keputusan.
3. Subsistem perangkat lunak penyelenggara dialog (Dialog Generation and Management Software)
            Subsistem dialog merupakan bagian dari Sistem Pendukung Keputusan yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan representasi dan mekanisme control selama proses analisa dalam Sistem Pendukung Keputusan ditentukan dari kemampuan berinteraksi antara sistem yang terpasang dengan user. Pemakai terminal dan sistem perangkat lunak merupakan komponen – komponen yang terlibat dalam susbsistem dialog yang mewujudkan komunikasi anatara user dengan sistem tersebut. Komponen dialog menampilkan keluaran sistem bagi pemakai dan menerima masukkan dari pemakai ke dalam Sistem Pendukung Keputusan. Adapun subsistem dialog dibagi menjadi tiga, antara lain :
a.       Bahasa Aksi (The Action Language)
     Merupakan tindakan – tindakan yang dilakukan user dalam usaha untuk membangun komunikasi dengan sistem. Tindakan yang dilakukan oleh user untuk menjalankan dan mengontrol sistem tersebut tergantung rancangan sistem yang ada.
b.      Bahasa Tampilan (The Display or Presentation Langauage)
     Merupakan keluaran yang dihasilkan oleh suatu Sistem Pendukung Keputusan dalam bentuk tampilan – tampilan akan memudahkan user untuk mengetahui keluaran sistem terhadap masukan – masukan yang telah dilakukan.
c.       Bahasa Pengetahuan (Knowledge Base Language)
     Meliputi pengetahuan yang harus dimiliki user tentang keputusan dan tentang prosedur pemakaian Sistem Pendukung Keputusan agar sistem dapat digunakan secara efektif. Pemahaman user terhadap permasalahan yang dihadapi dilakukan diluar sistem, sebelum user menggunakan sistem untuk mengambil keputusan.
2.5            Study kasus permasalahan dan pemecahan masalah dalam sebuah perusahaan menggunakan SPK
2.5.1        Sistem pendukung keputusan di PT. ReAsuransi Internasional Indonesia (ReINDO)
a.       permasalahan
     Saat ini bisnis Asuransi mengalami perkembangan yang begitu cepat seiring dengan  dinamika pertumbuhan ekonomi. Begitu juga dengan perkembangan bisnis ReAsuransi di PT. ReAsuransi Internasional Indonesia (ReINDO) dari tahun ke tahun telah mengalami pertumbuhan Premi yang begitu signifikan. Dengan dinamika pekembangan bisnis yang semakin besar tentu ssemakin besar pula kesulitan yang dihadapi oleh PT. ReAsuransi Internasional Indonesia (ReINDO) dalam proses  penanganan administrasi.
b.      penyelesaian
     Maka dari itu dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan untuk menangani administrasi bisnis.
     Pembuatan program untuk penyampaian informasi pada tingkat top level eksekutif di PT.ReAsuransi Internasional Indonesia (ReINDO), dibuat dengan program fitur webutil yang terintegrasi dengan form pada oracle 10g. Executive Information System EIS merupakan salah satu sistem penting dalam mendukung perkembangan suatu perusahaan. EIS ini merupakan integrasi antara Management Information System dengan Decission Support System yang membantu pihak eksekutif mendapatkan informasi dan mampu untuk mengidentifikasikan dasar suatu masalah dalam perusahaan. Sebagai implementasinya, aplikasi ini dibangun berbasiskan komputer dalam bentuk interface berupa form yang menggunakan database Oracle 10g. Hasil yang diperoleh dari sistem ini adalah: informasi yang diberikan kepada pihak ekesekutif merupakan informasi yang berhubungan dengan informasi keuangan perusahaan. Analisa yang dibuat mencakup perhitungan klaim, Net Balance, Premium, Inward, Outward, baik system konvensional maupun sistem Syariah.
     Dengan EIS ini, manajemen  mempunyai kemampuan untuk menganalisa produski sehingga dapat memberikan keputusan terutama dalam memberikan kebijakan terutama yang menyakut kondisi cashflow keuangan perusahaan.

2.5.2        Sistem pendukung keputusan Kelaikan Terbang Pada Helicopter MODEL BELL 205 A-1 Pusat Penerbangan TNI AD
a.       Permasalahan
           permasalahan yang dihadapi padasistem pemeliharaan pesawat terbang dan Helicopter Puspenerbad dapat dirumuskan sebagai berikutpertama penyiapan data pada sistem pemeliharaan pesawat terbang dan Helicopter belum dapatdipantau dengan cepat dan tepat, serta belum dapat memberikan informasi yang nyata, kedua informasi yang ada masih dilakukan secara manual, belum terintegrasi, tidak lengkap dan kurangbermanfaat dan ketiga pencatatan dan perubahan data menjadi informasi terbatas dan belum menjadi keharusan dilakukan peng-uptodate-an data.
b.      Penyelesaian
           Berkaitan dengan permasalahan diatas, maka sistem pendukung keputusan yang dibangun adalah SPK-LAIKBANG yang dapat memantau dengan cepat dan tepat, serta dapat memberikan informasi yang nyata, mewujudkan SPK-LAIKBANG yang dapat terintegrasi antar sistem, memberikan informasi yang lengkap dan bermanfaat dan mewujudkan SPK-LAIKBANG yang dapat melakukan keharusan peng-uptodate-an data.
           Gambar diatas, menampilkan form transaksi SPK-LAIKBANG. Air crew pada penginputan ini hanya cukup memasukkan produksi jam terbang. Dengan menekan combo-box pada Nomor Register, maka akan nampak Nomor Register dan tahun pembuatan Helicopter yang diinginkan, setelah di-enter form
akan menyampaikan data Helicopter yang lain, seperti jam terbang setelah periodic overhaul (PO) terakhir, jam terbang sebelum pelaksanaan terbang, data major component dan data major instrument. Saat data produksi jam terbang dimasukkan, maka seluruh data akan berubah sesuai rumusan perhitungan yang dimunculkan pada data jam terbang setelah pelaksanaan terbang dan sisa jam terbang Helicopter serta memberikan informasi tentang kelaikan dari Helicopter, component dan instrument.

2.5.3        Sistem pendukung keputusan penempatan dan perijinan kolam jaring terapung pada PT. PJB
a.       Permasalahan
           Pembagian wilayah kolam terapung di Waduk Cirata terbagi menjadi tiga zona berbeda, yaitu zona I (Kabupaten Bandung), zona II (Kabupaten Purwakarta) dan zona III (Kabupaten Cianjur). Dalam pelaksanaannya terdapat dua kondisi, yaitu untuk pembangunan kolam baru dan kolam lama yang sudah ada.
           Proses perijinan pembangunan kolam terbagi dalam dua tahap, yaitu tahap penyeleksian pemohon dan tahap penempatan lokasi zona kolam. Dengan banyaknya jumlah pemohon, hal ini menjadikan kesulitan tersendiri bagi staff PT. PJB Cirata untuk memutuskan. Dalam proses penyeleksian, panitia membutuhkan waktu yang lama untuk memilih pemohon.
           Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala bagian perencanaan, proses penyeleksian dilakukan dengan mengandalkan intuisi panitia penyeleksi dan standard aspek-aspek yang telah ditetapkan oleh PT. PJB Cirata dan Dinas Perikanan. Terdapat tiga jenis aspek yang akan menjadi pertimbangan untuk proses penyeleksian pemohon, yaitu : administrasi, profile, pengelolaan. Adapun untuk persyaratan pada tahap penempatan lokasi kolam, yaitu : domisili pemohon, luas lahan kolam, sisa lahan pada zona, kepadatan zona Selain itu kepala bidang teknik, menambahkan bahwa permasalahan yang lain adalah mengenai pengarsipan surat.            Pada proses pembuatan rekap KJA (Kolam Jaring Apung) membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal ini menjadikan kinerja staff kurang maksimal.
b.      Penyelesaian
Berdasarkan permasalahan di atas, maka dibangun Sistem pendukung keputusan yang dapat melakukan proses penyeleksian pemilik kolam sesuai dengan yang diharapkan, yaitu memproses penilaian tahap perijinan dan proses penilaian tahap penempatan, memberikan fasilitas untuk melakukan pengelolaan data kriteria maupun subkriteria. Metode yang digunakan adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Dengan adanya sistem ini proses penilaian perijinan lebih optimal dan terintegrasi, sehingga waktu yang diperlukan dalam proses perijinan menjadi lebih cepat.
2.5.4        Sistem pendukung keputusan model-diven pada perusahaan pelayaran
     voyage estimating decision support systems, sistem ini mempunyai kemampuan/kapabilitas untuk menghitung rincian pelayaran baik untuk masalah keuangan maupun perhitungan teknis. Penghitungan aspek keuangan meliputi biaya untuk pelayaran (bahan bakar, upah pekerja, dan modal yang dibutuhkan), tarif angkut untuk berbagai tipe pengiriman kargo, dan biaya pelabuhan.
     Rincian teknis meliputi faktor-faktor yang berhubungan dengan masalah pelayaran, seperti: kapasitas kargo, kecepatan, jarak, konsumsi bahan bakar dan kebutuhan air, serta pola bongkar muat. Sistem ini dapat menjawab berbagai pertanyaan, seperti:
·         Kapal mana yang digunakan untuk memberikan keuntungan yang maksimum?
·         Berapa kecepatan optimal yang dapat memaksimumkan
·         keuntungan?
·         Apa tipe dari bongkar muat yang optimal?
Sistem ini dapat dioperasikan dalam sebuah desktop komputer yang menyajikan sistem menu yang membuat pengguna mudah untuk memasukkan data atau mendapatkan informasi.

2.5.5        Sistem pendukung keputusan pada PT. BPR Artamanunggal Abadi Mranggen
a.       Permasalahan
           Sistem yang dipakai pada PT. BPR Artamanunggal Abadi Mranggen dalam pengambilan keputusan pemberian kredit semuanya dilakukan secara manual. Untuk menghasilkan keputusan yang tepat dan lebih efektif dalam pengambilan keputusan pemberian kredit, diperlukan suatu system pengambilan keputusan dengan alat bantu komputer.
b.      Penyelesaian
           Maka dari itu Sistem Pendukung Keputusan yang di bangun untuk mengambil keputusan mengunakan nilai kelayakan jaminan dan pembayaran
a. Apabila jumlah nilai kelayakan usaha dan kelayakan jaminan yang Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Kredit Pada PT BPR Artamanunggal Abadi Mranggen dihasilkan lebih besar sama dengan 50 % ( >=50%) dari platfom kredit yang diajukan, maka permohonan kredit yang diajukan oleh calon nasabah disetujui.
b. Apabila penghasilan perbulan lebih besar sama dengan 1/3 jumlah angsuran perbulan maka kredit diterima
c. Apabila nilai jaminan dan kemampuan membayar angsuran tidak memenuhi butir satu dan dua maka permohonan kredit yang diajukan oleh calon nasabah ditolak.



BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
1. Pengertian sistem pendukung keputusan adalah sistem yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam menyelesaikan suatu masalah.
2. Tujuan sistem pendukung keputusan adalah membantu manusia dalam pengambilan keputusan supaya lebih cepat dan tepat.
3. Jenis-jenis sistem pendukung keputusan yaitu berdasarkan tingkatan teknologi adalah SPK spesifik dengan karakteristik tertentu, pembangkit SPK dan perlengkapan SPK; berdasarkan tingkat dukungannya adalah Retrieve Information Elements, Analyze Entire File, Prepare Reports from Multiple Files, Estimate Decision Consequences, Propose Decision, dan Make Decision
4. Komponen sistem pendukung keputusan meliputi subsistem manajemen basis data, subsistem manajemen basis model dan subsistem perangkat lunak penyelenggara dialog.
5. Proses dalam sistem pendukung keputusan yaitu pemahaman, perancangan, pemilihan dan penerapan.
6. Keterbatasan sistem pendukung keputusan yaitu hanya bisa menyelesaikan masalah berdasarkan program yang ditanamkan, tidak dengan hal yang tak terduga seperti manusia.









DAFTAR PUSTAKA